Saturday, October 18, 2008

CDi AfterMarket

Source tabloid otomotif edisi 08:XVIII

Di pasaran banyak CDI pendongkrak performa Suzuki Satria FU-150. Namun di semua merek yang ada, belum tentu berpihak pada akselerasi yang mumpuni. Tentu hal in juga dipengaruhi racikan yang pastinya bereda satu sama lain.

Untuk membuktikan hal itu, pengetesan dilakukan untuk menghitung akselerasi dan maksimalitas konsumsi BBM. Tapi sebelum dites, sebaiknya kenalan dulu dengan ketiga sosok CDI racing yang bakal dites, yakni BRT hyperbrand, XP 202 dan shan speed berikut ulasannya.

BRT Hyperbrand

Bikinan PT Trimentari Niaga ini bekerja dengan range gelombang yang luas dari puritan rpm rendah ke putaran tinggi. Dengan mengandalkan chip mikroprosesor Philips-Belanda, peranti pengapian ini diklaim bisa memangkas akselerasi, meningkatkan horse power hingga 20% dan menghemat BBM.

XP 202

Modul pengapian from ciomas mengedepankan teknologi LCCM ( Low Current Consumption Module Technology) sehingga arus listrik yang dibutuhkan lebih kecil, alhasil temperature CDI enggal terlalu panas dan stabil di kitiran rpm tinggi.

Shan Speed

Ini bikinan lokal juga. Namun dari pengalaman empiris 7 rekan, semua mengatakan CDI ini punya setingan kurva yang pas. Inl itu mereka rasakan lewat tarikan atas-bawah dan holangnya suara nembak-nembak saat deselarasi . makanya alat ini diikutkan dalam tes kali ini.

Tes Akselerasi

Untuk mengetahui hasil akselerasi, kami lakukakn tes jalan pakai vericom VC2000. Pengetesan dilakukan dengan menempuh distance atau jarak 201 meter yang dibejek maksimal hingga didapat waktu tempuh untuk jarak tersebut.

Dari hasi tes CDI standar mencatat waktu lebih baik dari ketiga produk rujukan untuk satria FU-150. Hal ini disebabkan rasio kompresi yang tergolong tinggi 10,2:1, sehingga bensin yang ditenggak seharusnya beroktan di atas 88.

Nah, dalam pengetesan, bensin yang dipakai sengaja dipilih premium. Asumsinya, kami tak perlu seting sana-sini. Alhasil performa dari ketiga CDI racing itu menurun dibandingkan minum pertamax. Sebab jika timing pengapian yang umumnya diseting lebih advance (maju, red) dibandingkan standar, membuat detonasi di puritan atas makin jadi. Pembakaran di ruang bakar pun kurang maksimal. Performa mesin bukannya makin baik malah drop.

Sehingga hasil tes ketiga cdi racing kurang merepresentasikan kemampuan maksimalnya. Untuk kondisi ini, modul pengapian standar lebih yahud. Naming jika penggantian CDI dibarengi penyesuaian spek hasilnya tentu kebalikannya

Tipe CDI waktu tempuh jarak 201 meter

Standar 10,26 detik

BRT 10,77 detik

XP 202 11,01 detik

Shan speed 11,05 detik

Tes Konsumsi

Berikutnya tinggal menyinggung maksimalitas konsumsi BBM. Dalam tes ini, premium 200 ml diinfus langsung menuju karburator dan tunggangan diajak muter hingga mati karena kehabisan bensin. Perilaku pengetesan pun dibuat seragam dengan mematok kitiran mesin di 5.000 rpm dan dengan kecepatan 19-20 km/jam.

Dengan pertimbangan kompresi tinggi di Satria FU-150 dan kualitas oktan yang kurang representative, maka pembakaran jadi terlampau kering dan berindikasi ngelitik. Hal itu dialami Mr. Testo, yang bilang tunggangan terasa ndut-ndutan saat deselerasi.

Selain itu, atas pertimbangan setingan kurva pengapian yang berbeda dari kondisi standar, maka sumber pengapian akan lebih besar dan pembakaran jadi lebih sempurna. Makanya, ketiga modul pengapian menjadi jawara irit disbanding CDI bawaan standar.

Hasil tes konsumsi BBM per 200 ml

Tipe CDI Harga Jarak Tempuh

Standar - 4,8 Km

BRT 350 ribu 4,9 Km

XP 202 350 ribu 4,7 Km

Shan speed 500 ribu 5,8 Km


Patahnya Klep Akibat CDi Racing

Jangan asal caplok CDI racing untuk pembesut satria FU-150 standar. Apalagi jika masih mengkonsumsi premium. Resikonya bukan hanya mesin nglitik tapi juga bisa bikin patah klep. Bukan nakutin tapi ini terbukti klep putus dan bikin berantakan ruang bakar.

Kejadian mengenaskan itu dialami dua konsumen Hasan Motor di Jl. Kelapa Dua Raya No. 7 Jakarta Barat. Awalnya memang tidak percaya dan dikira mengada-ada. Namun jika dianalisis asal-usul dan spek satria FU-150, gejala patah klep bisa terjadi.

Pertama secara spesifikasi teknik bisa dilihat. Kompresi rasio satria Fu-150 yang memang sudah lumayan tinggi. Yaitu 10,2:1 bandingkan dengan motor lokal lain yang hanya bermain di angka 9,2:1. Lumayan tinggi kan kompresi satria F itu?

Kedua, Satria F-150 cikal-bakalnya dari Suzuki Raider 150 thailand yang tentunya punya kompresi sama. Bensin di negeri Thai memang tidak masalah. Bensin di sana memang sudah memiliki oktan tinggi. Di sana bensin swasta sudah bersaing dan menyodorkan kualitas bagus.

Satria F-150 masuk Indonesia tidak diikuti penurunan kompresi. Jika diisi bensin lokal macam premium dipastikan ngelitik. “Timing pengapian minta diundurkan ,” jelas Hasan yang asalnya mekanik resmi Suzuki. Gejala ngelitik dan ngeretek makin menjadi setelah pakai CDI racing. Sebab rata-rata CDI racing timing pengapiannya malah lebih maju dari standar. Apalagi pemakai CDI racing dianggap berduit dan sudah pasti menggunakan pertamax dan pertamax plus.

Namun cilakan jika pemakai CDI racing masih tetap nenggak premium. Akibatnya pengapian advanced atau maju tapi bensin belum bisa untuk dibakar. Akibatnya timbul gejala Pre-ignition atau pembakaran awal sebelum waktunya ketika piston sedang naik. Berakibat ngelitik dan klep yang kalah.

Dari kejadian itu Hasan pesan CDI khusus dengan spek sesuai premium. Caranya melihat timing pengapian Kondisi standar, pada rpm rendah letikan busi 15 derajat sebelum TMA (titik mati atas) dan rpm atas 38 derajat sebelum TMA. Biasanya CDI racing pada rpm atas dinaikan jadi 40 derajat sebelum TMA. ini yang bikin kelewat maju dan perlu diimbangi bensin oktan tinggi macam pertamax plus. kalau pakai premium makin ngelitik dan kruk as bergetar.

Mengatasi itu, Hasan pesan kepada perancang CDI agar tetap menggunakan kurva pengapian standar. “Namun limiter dibuang. Biar nafas mesin jadi panjang dan tenaga keluar semua,” jelas mekanik betawi kalem.

Thursday, October 16, 2008

IRON MAN DVD WIDGET

20 ManFaaT MeroKoK... !!!

Silahkan anda fikirkan baik2, klu merasa itu baik menurut kata hati anda, maka ikuti lah, seandainya tidak, segera berhenti sebelum semuanya terlambat......

1. Perokok pasif lebih berbahaya daripada perokok aktif, maka untuk mengurangi resiko tersebut aktiflah merokok.

2. Menghindarkan dari perbuatan jahat karena tidak pernah ditemui orang yang membunuh, mencuri dan berkelahi sambil merokok.

3. Mengurangi resiko kematian; dalam berita tidak pernah ditemui orang yang meninggal dalam posisi merokok.

4. Berbuat amal kebaikan; kalau ada orang yang mau pinjam korek api paling tidak sudah siap / tidak mengecewakan orang yang ingin meminjam.

5. Baik untuk basa-basi / keakraban; Kalau ketemu orang misalnya di Halte kita bisa tawarkan rokok. Kalau basa-basinya nawarin uang kan boros.

6. Memberikan lapangan kerja bagi buruh rokok, dokter, pedagang asongan, pembuat asbak, pabrik kemasan dan perusahaan obat batuk.

7. Bisa untuk alasan untuk tambah gaji karena ada post untuk rokok dan resiko baju berlubang kena api rokok.

8. Bisa menambah suasana pedesaan/nature bagi ruangan ber AC dengan asapnya, sehingga seolah-olah berkabut.

9. Menghilangkan bau wangi-wangian ruang bagi yang alergi bau parfum.

10. Kalau mobil mogok karena busi ngadat tidak ada api, maka sudah siap api.

11.Membantu program KB dan mengurangi penyelewengan karena konon katanya merokok bisa menyebabkan impoten.

12. Melatih kesabaran dan menambah semangat pantang menyerah karena bagi pemula merokok itu tidak mudah; batuk-batuk dan tersedak tapi tetap diteruskan (bagi yg lulus).

13. Untuk indikator kesehatan; biasanya orang yang sakit pasti dilarang dulu merokok. Jadi yang merokok itu pasti orang sehat.

14. Menambah kenikmatan: sore hari minum kopi dan makan pisang goreng sungguh nikmat. Apalagi ditambah merokok !

15. Tanda kalau hari sudah pagi, kita pasti mendengar ayam merokok.

16. Anti maling, suara perokok batuk berat di malam hari mujarab untuk mengusir penjahat.

17. Membantu shooting film keji, rokok digunakan penjahat buat nyundut jagoan yg terikat di kursi… “hahaha penderitaan itu pedih Jendral..!!!”

18. Film cowboy pasti lebih macho kalo ngerokok sambil naek kuda, soalnya kalo sambil ngemut permen kesannya malah imut..

19. Sebagai pengganti pelubang kertas saat emergency

20. Membuat awet muda, karena konon orang yang merokok berat belum sampai tua udah mati duluan kena kanker paru-paru. Fakta lain …sekitar 30% orang meninggal di dunia adalah perokok. 70%-nya bukan perokok..!! Maka merokoklah agar masuk ke golongan yg lebih sedikit itu